Metro, Media PELITA - Antusiasme para santri terasa
begitu hidup ketika mengikuti Seminar Emotional Spiritual Quotient yang
diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir Metro
berkolaborasi dengan Bimbel dan Kursus Airlangga Metro. Kegiatan itu
berlangsung di Aula Kampus 1 Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir Metro pada
Kamis (6/8) siang.
Seminar ini menghadirkan Muh.
Ramadhoni Abu Bakar, S.E., C.T., C.Ps. (atau biasa dipanggil Bang Dhon) Sebagai
pemateri. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para santri menyadari bahwa
intelligence quotient, emotional quotient, dan spiritual quotient saling
terikat dengan mengenal diri, memahami emosi, serta membangun kecerdasan
spiritual sebagai bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Bang Dhon memiliki gaya penyampaian
yang interaktif. Bang Dhon tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mengajak
para santri menjadi kritis dan bernalar melalui berbagai pertanyaan, refleksi
filosofis, cerita, dan berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan. Suasana di
aula pun semakin hidup ketika para santri merespons pertanyaan dan mengikuti
kegiatan dengan antusias.
Hal yang paling mencuri perhatian ada
di ujung acara. Bang Dhon menggunakan penutupan yang berbeda dari yang lain,
yaitu dengan memutar sebuah video dan memvisualisasikan seberapa besarnya
ciptaan Allah SWT dan pencabutan ruh dari jasad manusia. Momen tersebut membuat
suasana aula berubah menjadi lebih hening dan penuh penghayatan. Para santri
diajak untuk merenungkan kehidupan, tujuan kehidupan manusia dan hubungan dunia
dan akhirat. Kita di alam semesta bagaikan debu dan kematian itu nyata dan
pasti datang.
Penutupan tersebut menjadi momentum
yang paling berkesan pada acara ini. Bang Dhon bukan sekadar menyampaikan
materi. Namun, juga berhasil membawa para santri dari rutinitas, melihat ke
dalam diri, dan melihat sejauh mana kita melangkah.
Bagi para santri, seminar tersebut
memberikan pengalaman dan sudut pandang baru. Aliq Rizqon Nasuha mengaku
menemukan banyak hal baru.
“Awalnya saya mengira kegiatan ini hanya membahas spiritualitas
atau implementasi pemikiran tertentu. Saya juga sempat berpikir bahwa acaranya
mungkin kurang jelas arahnya. Namun, setelah mengikuti kegiatan hingga saat ini
dan mendengarkan penjelasan dari Bang Don, ternyata saya mendapatkan sesuatu
yang jauh di luar dugaan.
Saya sangat terharu ketika Bang Don membahas tentang orang
tua, terlebih saat menyampaikan tentang kehidupan dan bagaimana jika suatu saat
nyawa kita diangkat. Rasanya seperti saya sedang mendengar pesan dari orang tua
saya sendiri. Saya benar-benar tidak mampu menahan air mata karena
penyampaiannya begitu menyentuh dan membuat saya kembali mengingat orang tua.”
Ujarnya.
Seminar Emotional Spiritual Quotient menjadi ruang bagi para
santri untuk membuka perspektif baru. Bahwa kecerdasan tidak hanya tentang
sejauh mana ia memiliki pengalaman dan mengetahui sesuatu, tetapi juga tentang
bagaimana ia memahami dirinya, mengelola emosi dan menjadikan nilai-nilai
spiritual sebagai arah dalam kehidupannya.
By: PELITA (Pena Lintas At-Tanwir)